Entri yang Diunggulkan

“Takdir Membawaku ke Fakultas Hukum”

Hari kelulusanpun tiba, merupakan saat yang dinanti-nanti oleh siswa kelas 3 SMA seluruh Indonesia, karena telah dinyatakan lulus setelah ...

Selasa, 14 Maret 2017

"Perbudakan Ala Kampus"


Tempat baru, suasana baru dan harapan baru..........  hmm.... akhirnya aku menyandang status “MAHASISWA”, keagungan nama kebesaran Tuhan melekat pada diriku yaitu kata “MAHA” artinya mulai saat ini, apa yang kuperbuat apa yang kulakukan haruslah menjiwai nama besar tersebut dengan berprilaku baik, jujur dan merdeka tentunya.

Yah..........  setelah proses verifikasi administrasi berkas pendaftaran selesai di bagian kemahasiswaan Universitas Lampung, seperti mahasiswa-mahasiswa lainnya, walaupun aku bisa dibilang bukan anak perantauan karena masih di daerah Lampung, tentu karena jarak tempat tinggal dengan kampus terlampau jauh, hari-hari sebelum perkuliahan dimulai aku disibukkan dengan mencari-cari kos-kosan....

Sebenarnya, aku bisa saja tinggal bersama dengan kenalan bapaku atau keluargaku disini (Bandar Lampung) namun seperti kebanyakan orang berpikir, ahhh.......  pasti canggung tinggal bersama dengan keluarga sendiri, apalagi jarang bertemu.. ntar repot, apa apa malu, dan gak bebas mau pergi maen atau hanya sekedar berlajar kelompok..,  jadi,  menurutku ng-KOS adalah pilihan yang tepat untuk mulai hidup mandiri dan jauh dari orang tua, disini aku bebas dan tidak terlalu terikat dengan aturan aturan yang aneh-aneh...  hhehehhee......... 
Akhirnya, berkat bantuan bapaku, pertama kali aku tinggal di kosan dekat dengan SMPN 8 Bandar Lampung, kosan tersebut cukup nyaman dan terbilang masih baru, karena baru aku yang menyewa kamar kos disitu...  orang pertama hehehee.......... jadi, semua serba baru, kasur, bantal guling.. ahh,,, nyaman dehhh... wkwkwk...

Seperti halnya kampus-kampus lain, tentu sebelum kuliah formal dimulai...  ada masa-masa orientasi terhadap mahasiswa baru atau yang biasa disebut OSPEK... apa ya kepanjangannya ya, kalian pasti taulah.. hehehe..
Kalau di UNILA sih, disebutnya Propti (Program Orientasi) yahh........  pokoknya masa-masa perpeloncoan gitulah..  hhehhe... bagaimana tidak....  ??  propti yang seharusnya ditekankan pada program pengenalan mahasiswa terhadap wawasan umum tentang kampus, baik itu pengenalan mata kuliah, dosen , fakultas-fakultas, fasilitas apa saja yang bisa digunakan... itu semua hanya tercantum dalam aturan di buku panduan...  namun, kenyataannya...  yahhh..... dimasa inilah mahasiswa baru yang terlihat polos dan lugu menjadi sasaran empuk bagi senior seniornya untuk mengerjai habis-habisan juniornya ini....  huuftttt............  suatu budaya yang buruk namun karena diteruskan dianggap kebiasaan yang wajar.....  hadewww........  nampaknya, apa yang dijelaskan oleh   George Jellinek ada benarnya, ia seorang pakar hukum asal Jerman yang pernah berkata “sesuatu hal yang salah, jika dilakukan dengan terus menerus, dan dipraktikkan oleh orang banyak dan menjadi kebiasaan akan seolah-olah terlihat benar meski pada dasarnya salah.”

Di Unila masa orientasi ini di bagi menjadi 2 termin, termin pertama orientasi tingkat universitas selama 3 hari,,  nah... kalo yang ini sih masih aman-aman aja....  belum terlalu terlihat perpeloncoannya,  karena rektornya turun langsung dibantu tentara kampusnya,,,,  biasa disebut MENWA..  heheheh....
Termin kedua yaitu orientasi di tingkat fakultas.. nah.. loo.....  ini nih, momen paling menyengsarakan bagi kita yang pernah menjadi mahasiswa baru karena teknis pelaksanannya diserahkan pada fakultas masing-masing tentu disetiap fakultas beda beda perlakuanyya... terutama teknik... upss....  hhhehehehe........

Oiya, ngomong-ngomong nih........  di unila sendiri fakultasnya terdiri dari 8 fakultas, mulai dari Hukum, Ekonomi, FISIP, Teknik, Pertanian. FKIP, MIPA dan Kedokteran.
Dalam masa orientasi ini kami diharuskan mencukur gundul kepala kami hingga hanya tersisa rambut sepanjang 1 cm... hahhaah........  lebih serem lagi fakultas teknik...  o,5 cm...  bayangin,...  kalau lagi kumpul bareng bareng di lapangan...  dengan terik nya matahari... hahahaha.....  pikir sendirilah...udah kaya tahu bulat siap jual...  masih fresssh...  anget-anget gimana gituu...  hehehe..
Hari pertama masa propti dimulai, kami para mahasiwa baru diharuskan hadir pukul 07.00 WIB di GSG Unila untuk melakukan glady propti. Kemudian di hari kedua dan ketiga, acara inti dari propti universitas yang diisi dengan acara perkenalan para pejabat kampus, pengenalan wawasan umum kampus, pengenalan dan penampilan UKM UKM serta pengesahan kami sebagai mahasiswa unila dan penutup.
Hari keempat dan kelima adalah propti tingkat fakultas....  bagian ini cukup menarik jadi aku mulai dengan cerita tersendiri...

Hari ketiga yaitu tepatnya setelah acara propti univeritas selesai, kami pun keluar dari GSG dengan sangaaatt kelelahan, haus dan kepanasan....  maklumlah, gua bocorin ajeee....  GSG yang hanya cukup untuk menampung mahasiswa sebanyak 3 sampai 4 ribu mahasiswa, dipaksa harus menampung jumlah mahasiswa kurang lebih 6000 mahasiswa baik itu jalur reguler maupun pararel.. alhasil,  kondisi di dalam GSG sangatlah sempit dan panas, meski sudah diberi tambahan kipas angin...  bahkan karena GSG sudah out of capacity,  halaman GSG pun tak luput jadi tempat mahasiswa untuk duduk yang memang sudah disediakan oleh panitia propti, yang hanya difasilitasi dengan tarub dan kursi plastikk.....  belum lagi faslitias GSG,, aahh... sudahlah datang saja dan cek sendiri... terutama WCnya..., . hehehe.... seidkit cerita saaat itu karena aku kebelet buang air kecil, melihat keadaan wc yang sepetri itu, ngantri pula...  aku pergi mencari semak-semak dekat GSG, dan  cuuurrrrrrrrr...  aku surahkan semua hal yang membuatku gelisah di dalam GSG tersebut...  ups..  sudahlah ini bukan inti ceritanya..
“HUKUMMMMM KUMPULL... HUKUM KUMPUL....!!!”””,  “TEKNIK.,.... FISIP..  EKONOMI.. KUMPULLLL KUMPULLL!!!!”  suara pekikkan senior menyambut kami sesaat setelah keluar dari pintu GSG dengan membawa karton dengan tulisan nama fakultasnya masin-masing..
Iyaahh.. seperti itulah keadaan yang terjadi setiap tahunnya,,  dalam keadaan lapar, hausss, lelahhh... dan maaf terkadang belum sholat juga, mahasiswa baru ini dipaksa kmpul terlebih dahulu oleh seinor senironya disetiap fakultas untuk diberi pengarahan terkait agenda propti fakultas 2 hari kedepan....
Ahhh... aku ikuti saja,yang ada dipikiranku jangan menentang dan jangan membuat masalah... mahasiswa baru, khususnya mahasiswa hukum dikumpulkan dilapangan parkir dekat dengan perpustakaan,..  cuaca saat itu, sangat terik teriknya...

Intinya dalam keadaan seperti itu kurang lebih 2 jam kami dijemur, mereka memberi pengarahan kepada kami, bahwa kami diperintaahkan untuk membuat kelompok dan setiap kelmpok ada kabimnya masing masing....  yups....  dalam perbudakan ala kampus ini yang mengatasnamakan Propti, mereka terbagi menjadi beberapa peran, senior yang paling tua...  (maksudnya mahasiswa akhir),  , ,  bersikap menjadi manusia yang paling galak.......  yahh.. pokoknya di galak galakin deh, kesannya...  gmana enggak...  ada juga yang cewek , manis dengan rambut panjang terurai..  namun,  keelokan tersebut, membuat kami terkejut dengan pekikkan cemprengnnnyaaa...  ketika sedang meneriaki kami... hahaha....  padahal sih, mereka semua saat di kampus biasa saja... kembali menjadi mahasiswa biasa yang takut DOSEN..  yahh...  mungkin mereka marah-marah Cuma berani didepan mahasiswa-mahasiswa baru saja, dan sekedar melampiasnya kekesalannya karena mendapat nilai E..  upss...  hehehe, ya mungkin lo...  dan satu lagi yang tidak kalah penting, kelompok ini bisa disebut seperti oase di padang pasir, menyejukkan ditengah terjangan kemarahan para senior..  ya..  mereka kita sebut KABIM atau kepanjangannya Kakak Pembimbing...  mereka sepeti malaikat pelindung bagi kami yang masih polos polos ini...  mereka disini, mengambil peran untuk menjadi baik...  (bukan berarti asalnya baik, meski begitu  hehee...).

Kembali saat kami masih dalam keadaan terpanggang teriknya sinar matahari, kemudian, dalam pengarahah tersebut, esoknya kami diwjibkan untuk membuat beberapa aneka hiasan terbuat dari karton dan tali rapiah untuk dibuat tas, topi dan lain hal...  kaos kaki kami harus beda warna dan masih bnyak lagi alat alat orang gila yang harus kami buat dan paakai....
Selesai dari kumpulan tersebut, aku langsung pulang dan tergeltak lemas di kasur kamar kosku....  sambil mengingat nginat apa saja yg akan dipersiapkan untuk proti besok...  belum saja mataku terpejam...  lelahku belum hilang sepenuhnya,, aku harus memaksa tubuhku untuk segera bangun, mandi dan memberi peralatan yang diperintahkan tadi siang.
Jam 9 malam tepatnya semua benda benda tersebut berhasil ku kumpulkan,,  mulai dari tali rapia, gunting, kardus bekas, kantong plastik, kaos kaki warna warni, dan lain  sebagaina..  untung malam itu ada temanku yang membantuku mempersiapkan keperluanku namanya “Haris” teman sejak SD dulu, ia datang ke bandar lampung dan menginap beberapa minggu untuk mencari pekerjaan disini..
Tepatnya hingga pukul 02,00 dini hari semua itu baru bisa kami selesaikan,. Dan aku pun langsung tertidur lelap..

TINNNNNGGG.. TONGGGG... TIIIIINGGGG... TOOOOOONNNNGGGG!!!!!   Seperti baru 1 menit aku tidur ternyata suara alarm hpku berbunyi sangat keras membangunkannku...  waktu menunjukkan pukul setengah 5 pagi...  aku pun berbegas bersiap siap untuk ke kampus, karena seusai perintah seinoar kemarin, kami hrus sudah hadir di kampus pukul setengah 6 pagi... dan tidak boleh membawa kendaraan.

Pagi itu, aku diantar oleh temanku, sesampainya di kampus terlihat barisan barisan manusia berakal yang dipaksa bertindak seperti budak....   yahhhh itu semua rombongan kawan kawan ku satu angkatan yang digirng oleh senior menuju kampus hukum dengan berjalan kaki...
Kami dikelompokan satu persatu sesuai dengan jam kehadirnya kami...  mendekati kampus, aku meilhat mereka samakin liar menegrjai kami semua,  ada yang disuruh bernyanyi dan berjoget, masih wajarlah............   ada yang disuruh bicara dengan pohon,...  eee...  logikanya dimana ya,,,,,  dan hal hal lain yang membuat merka para senior senang, dan kami hanya bisa mengatakan “iya” dan tidak membantah.... kemerdekaan kami sebagai manusia  seprti diambil hak nya oleh mereka 2 hari itu.

Hari pertama propti fakultas dimulai dengan sambutan dari para pejabat kampusnya, disana ada Pak Hamzah yang kelak sangat dekat denganku dan beberapa temanku karena bimbingannya kepada kami.. kemdian dilanjutkan dengan oengelana organisasi kemahasiswaan, seperti : BEM, DPM, Fossi , psbh, mahkamah, mahusa dan persikusi....  fossi dan psbh kelak adalah tempatku belajar berogranisasi dan meraih prestasi...

Oiya aku lupa, memberi tahu bahwa pada saat pengumpulan mahasisa di parkiran perustakaan saat itu, aku dipertemukan oleh beberapa teman-teman pertama semasa kuliah disini yaitu, acid, dede, prima, bisma, alif, gary dan pandu, kami disatukan dalam kelompok dengan nama “legal opinion” , nama tersebut merupakan isitlah hukum yang artinya pendapat hukum....  dalam ilmu praktik di bidang hukum, seorang sarjana hukum harus bisa menganalisa suatu kasus atau perkara dengan membuat suatu pendapat yang mendasar dan dituliskan kedalam tulisan yang disebut legal opinion itu tadi.

2 hari masa propti fakultas pun terlewati....  namun, ternyata itu belum selesai 2 minngu setelah acara tesebut akan ada acra lagi yaitu inagurasi atau sepeti pensi gitu...  yang akan ditampilkan oleh setiap klompok mahasiswa baru..

selama dua minggu itu aku dan teman teman klompokku berusaha sungguh sungguh untuk menampilkan yang terbaik dalam acara tersebut, hingga acara tersebut dimulai, dan akhirnya kelompok kami berhasil mendapatkan juara 1 sebagai penampil terbaik..........  yeeeeeeeeeeeeee.............


hari-hari selanjutnya, kemerdekaan kami akhirnya dikembalikan, dan kami menjadi mahasiswa bebas yang merdeka dengan pikiran dan tindakannya...

Jumat, 17 Februari 2017

“Takdir Membawaku ke Fakultas Hukum”

Hari kelulusanpun tiba, merupakan saat yang dinanti-nanti oleh siswa kelas 3 SMA seluruh Indonesia, karena telah dinyatakan lulus setelah melewati masa-masa UAS dan UN. Saat itu, semua siswa kelas 3 di sekolahku, dikumpulkan di depan kantor sekolahan, untuk menunggu pengumuman kelulusan...

Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, semua terlihat antusias menuggu pengumuman tersebut.  Dan tak berapa lama, akhirnya kepala sekolah pun keluar dari kantornya dengan memegang beberapa carik kertas, datang ditengah-tengah kita.. dan langsung mengumumkan satu persatu nama nama yang lulus...

Meneggangkan sekali ketika nama kami disebut satu persatu, namun sampai akhrinya pengumunan , alhamduliah siswa angkatan kami dinyatakan lulus semua tahun 2013 ini... syukur dehh.. Euforia nampak sekali terlihat di raut muka kawan-kawan satu angkatanku, namun entah mengapa dibalik hiruk pikuk kebahagiaan itu, aku mengakui di dalam lubuk hati yang terdalam aku merasa biasa saja, mereka bisa tertawa lepas, aku hanya ikut tertawa seperti terpaksa... sendiri di dalam keramaian.
Mereka langsung bersiap dengan motor dan pasangan nya masing-masing menuju lapangan kalirejo yang memang menjaid spot untuk berkumpul semua siswa yang lulus di desa ku ini,  tak lupa baju sekolah pun dicoret coret dengan tinta yang warna-warni termasuk pilok juga... semua seperti lepas tidak ada beban.....

Mereka bahagia luar biasa, aku sendiri hanya bisa mengamati hiruk pikuk suasana di sore itu, namun sejatinya aku tak tau mengapa harus bahagia dan tertawa lepas sepeti itu karena yang aku pikirkan artinya setelah ini , dimulai hidup baru yang tentu penuh dengan ketidak pastian, entah itu bekerja atau kuliah.. itu yang hanya dipikiranku,,   saat semua masih asyik berkumpul di lapangan, aku sendiri pergi menyendiri dan pulang kerumah... langsung membereskan baju ku yang kotor dan istrahat. Bagiku hari itu dengan hari hari yang lalu tidak ada bedanya....

Dua tiga minggu setelah kelulusan, semua terasa tenang dan santai....  tak ada pekerjaan sekolah yang mesti dikerjakan, namun yang aku pikirkan hanyalah berusaha untuk melanjutkan kehidupan ku yang lebih baik.. tentu dengan kuliah.
Saat itu, tak pernah ada niat untuk masuk fakultas hukum, bahkan terpikirkan pun tidak.. yang hanya dipikiranku hanyalah, aku ingin kuliah sesuai dengan jurusanku IPS, dan yang paling aku ingnkan masuk fakultas ekonomi.

Syarat untuk bisa melanjutkan studi di tingkat universitas tentu harus mengikuti seleksi baik itu jalur prestasi yaitu SNMPTN atau seleksi tertulis yaitu SBMPTN. Sayang pada seleksi SNPMTN, aku tidak lolos seleksi, yahh... wajar karena prestasiku mungkin tidak begitu baik untuk bisa diterima di Universitas Negeri di Jawa. Kemudian tinggal satu kesempatanku yaitu SBMPTN, dan alhamdulilah aku diterima walaupun akhirnya harus di fakultas hukum UNILA. Tentu ada cerita mengapa akhirnya aku masuk difakultas ini, awalnya banyak yang menilai termasuk diriku juga masuk fakultas hukum adalah karena kesasar, hanya kebetulan tapi penilaian tersebut, mulai berubah seiring masa perkuliahan yang aku ikuti dari semester ke semester. Sampai akhirnya diriku tersadar, bahwa ini memang takdirku, Hukum. Bukan yang lain. Untuk itu, aku berusaha keras untuk memahami ilmu hukum, bahkan aku merasa dengan Hukum aku bisa menyetuh seluruh lini kehidupan yang ada, mulai dari Lahir sampai Mati ternyata setelah aku pahami semua itu diatru oleh yang namanya HUKUM.  PERCAYALAH..!!

Cerita dibalik aku bisa masuk di fakultas hukum ini adalah lagi lagi karena matematika... mengapa..?? begini, 2 bulan sebelum ujian masuk, aku sempat ikut les atau bimbel khusus Ujian SBMPTN, singkat cerita sudah berkali kali aku try out dengan soal ujian yang hampir mirip dengan yang diujikan nanti,  kemelahanku terletak pada nilai matematika... akhirnya mentorku saat itu menasihatiku bahwa untuk lulus seleksi SBMPTN, pintar saja tidak cukup tapi kita harus punya strategi.., strateginya adalah, kata beliau..  lihat mana nilai mata pelajaran yang paling rendah , aku jawab ” matematika” , simpel saja berarti kamu jangan memilih jurusan atau fakultas yang ada bau-bau matematikanya...

Agak kecewa tentunya, karena awalnya, aku berharap bisa diterima di fakultas ekonomi di universitas apapun itu, tapi karena saran tersebut akhirnya aku tidak boleh megikuti egoku, aku pun memilih 3 fakultas di 3 universitas, seingat saya sosilogi di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Geografi di Universitas Padjadjaran, Bandung dan terkahir hukum di Universitas Lampung tempat aku dilahirkan.


Setelah ujian SBMPTN selesai ku lewati, tinggalah menunggu pengumuman.. dan ternyata takdir berkata bahwa aku harus masuk di fakultas hukum UNILA. Di saat, itu aku tau kabar tersebut dari kawanku yang sama ditempat bimbelku, ia menelponku dengan nada bahagia “selamat ya pak hakim,,,  kamu dierima di fakultas hukum unila”...  dengan rasa penasaranku dan tidak percaya aku langsung membuka login pengummannya dan ternyata benar aku diterima difakultas hukum unila.. seketika aku langsung sujud syukur dikamarku, aku tidak terlalu memikirkan kenapa akhirnya aku masuk Fakultas Hukum tapi itu semua aku terima dengan lapang dada dan penuh syukur, akhirnya kabar tersebut, langsung aku ceritakan pada kedua orang tuaku tercinta.

“Masa Kelamku”

Dalam catatan waktu kehidupanku ini, aku merasa hidupku baru dimulai ketika aku menginjakkan kaki di bangku perkuliahan ini, ya....  tepatnya di Fakultas Hukum Unila ini. Mengapa aku merasa bahwa hidupku baru dimulai dari sini, mungkin aku perlu sedikit cerita tentang masa laluku yang kelam..

Yahh...  aku anggap itu merupakan masa yang “kelam”, ibarat sejarah perkembangan Islam, masa laluku merupakan masa “jahiliyah”, masa kebodohan , masa penuh kebingungan dan tanpa ada harapan. Begitulah aku menggambarkan masa laluku.

Mundur 3 tahun, sebelum aku mulai duduk dibangku perkuliahanku ini. Aku merupakan siswa baru pada SMA Negeri 1 Kalirejo, aku merupakan sosok siswa yang lugu dan saaaaangaaaaaat polos.
Hahhahaha........... ya, seperti itu, intinya karena sifatku yang seperti itu 3 tahun masa SMA ku, sangat jauh dari harapan dibanding dengan kebanyakan siswa SMA pada umumnya yang mungkin menganggap bahwa masa SMA merupakan masa-masa kejayaan, masa-masa keemasan, masa-masa mencari jati diri, menemukan cinta baru, dan apapun itu... yang terbalut dalam seragam putih abu-abu.

Yahh...  sayangnya kebahagiaan dan pengalaman itu tidak semua terjadi padaku, kenapa..??  ya aku merupakan korban bulying,  mulai dari kelas satu.. kelas dua, bahkan kelas tiga..
Kalian tahu bulying..???  yang suka main game PS 2 pasti tahulah ya... ap itu... hehehe.... Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Hal tersebut sering terjadi dalam kehidupan remaja, karena ia merasa tidak percaya diri dan merasa rendah dari pada yang lain, mmebuat dirinya menjadi bulan-bulanan sekelompok remaja lainnya yang memang suka iseng, tak jarang korban bulying seperti jongos.. cupu.. dan culun..  hehehe...

Seperti diriku, aku akui ini merupakan bagian dari cerita hidupku, aku merasa perlu untuk berbagi cerita tentang ini karena aku yakin pasti ada diantara remaja yang diperlakukan seperti diriku ini. Mungkin karena postur tubuhku yang bisa dianggap minimalis ini, mukanya polos dan lugu sehingga kawan-kawan tak segan lagi untuk terus mengerjaiku..

Aku dulu termasuk anak yang tak pandai bergaul, hanya teman sebangku ku saja yang biasa ku ajak ngobrol itu pun sekedarnya saja, namanya “Hasby”. Dan beberapa teman lainnya yang kuanggap dekat saat itu, linda dan vandiana...  lainnya, ya,... walaupun teman tapi sebagian besar dari mereka adalah dalang yang membuatku semakin terlihat bahwa aku adalah anak yang lugu dan polos yang bisa dihina kapanpun itu.

Pernah suatu ketika, bahkan berkali-kali...  sepatu ku yang kutaruh di rak sepatu, diambil oleh mereka, dan diceburkan ke kolam tanpa sepengetahuanku..  anehnya... ketika aku mengetahui itu, aku tak bisa berbuat banyak, hanya pasrah dan sedikit kesal.. tapi tak berani melawan padahal itu dilakukan berkali-kali...  aku sering dijaili tanpa sebab yang jelas.
Lanjut kebangku kelas 2, aku memiliki harapan baru, tentu berharap agar terhindar dari hal hal seperti itu, aku memilih jurusan IPS karena aku sama sekali tidak menyukai matematika dan pelajaran sains...  hissshh... jauh-jauhlah... hehehehe...
Namun, harapan hanya sekedar harapan..  ternyata di jurusan IPS ini lah hidupku semakin sengsara, ya ,,, di kelas ku ini, ada satu orang yahh... tak perlu kusebut namanya, badanya besar tapi otaknya kecil...  heheheh... sebut saja “Brutus”seperti tokoh dalam kartun popeye yang sehari-hari hanya bisa membuat masalah.
Dia bisa kuanggap musuh “bebuyutan”ku sampai aku lulus... (bahasanya musuh bebuyutan kesannya seperti lawan yang seimbang)..  padahal yahhh....  lagi lagi selama hampir 2 tahun aku menjadi korban lebih sadis lagi dari pada kelas satu.

Dikelas aku seperti budak, dan selalu dibuat tak betah di dalamnya.. tak ada teman yang bisa membantuku, mereka yang iba hanya bisa melihat saja, dan mengatakan yang sabar ya...
Kejadian menarik saat itu, pernah suatu ketika ada tugas pelajaran akuntansi, aku tidak akan pernah melupakannya.. Pelajaran tersebut, mengharuskan setiap siswanya untuk memiliki buku catatan yang besar.., karena tentunya pelajaran ini tidak jauh-jauh dari yang namanya menghitung laba rugi perusahaan dagang dan semacamnya, tentu dalam bentuk tabel-tabel.
Semua siswa tentu mengerjakan tugas yang cukup rumit itu karena perlu ketelitian, aku termasuk yang mengusai pelajaran tersebut, nah dia yang kumaksud ini,  biasalah teknik yang ia gunakan adalah mencontek bersama dengan geng- gengnya..

Cukup banyak lembaran-demi lembaran berisi catatan laporan keuangan perusahaan, dan segera akan dikumpul,, . entah mengapa, lagi-lagi...  hal yang tak disangka-sangka terjadi padaku...  saat jam istirahat, aku pergi dari kelas untuk ke kantin, membeli beberapa cemilan untuk mengisi perutku yang mulai keroncongan ini. Dan saat kembali  dari kantin, kulihat buku akuntasi ku ada diatas meja dan berantakan, isinya dirobek-robek..  dan “aku bertanya dengan kawan dikelas siapa yang merobek bukuku..”

Semua seperti kura-kura dalam perahu pura-pura tidak tahu, tapi aku menduga pasti dirinya yang telah merobeknya... hal tersebut di iyakan oleh salah seorang temanku. Dengan perasaan penuh kekesalan, dan kebetulan dia sedang tidak ada di kelas.  Aku ambil buku akuntasi dari tasnya, dan merobek-robeknya dengan penuh kekecewaan.. 

Aku sadar apa yang aku lakukan akan menimbulkan permasalahan yang baru, tapi aku tak mempedulikan hal tersebut. Karena bukan aku yang memulai..  apa salahku ..??  (dalam hati)
Dan benar saja, tak lama dia pun masuk kelas, hatiku berdegup kencang....  dan seketika ia mendatangiku yang sedang terdiam...
Langsung saja kita terlibat adu mulut, dan hampir saling jotos..  syukurlah ada beberapa kawan yang memisahkan kalau tidak tentu habislah riwayatku saat itu..
Suasana kembali agak tenang, kemudian dengan rasa berat hati dan terkesan aneh, aku mencoba minta maaf dengannya.. padahal ia yang memulai dan aku dengan begitu bego nya... menuruti perintahnya untuk menulis ulang catatan akuntansinya tersebut.....  betul-betul hal yang anehh. Itu semua kulakukan karena aku takut dia memukuliku..,  cukup sering..  terkadang aku sedang asyik-asyiknya duduk dibangku kelasku, dia datang langsung menjitak kepala ku...  pikir dia itu hanya bercanda, tapi itu dilakukan berkali-kali...

Aku sendiri, merasa kesal dengan diriku sendiri..  entah..  aku seperti orang bodoh, dungu, keledai dan lain semacamnya.,.  yang hanya bisa pasrah dan tak bisa melawan..  yang aku pikirkan hanyalah jika aku melawannya atau membalas pukulannya.. menang pun tidak, bonyok iya...  seperti isitlah pepatah “menang jadi arang, kalah jadi abu”..  tapi di lain sisi, memang sebenarnya diriku takut,  bisa dibilang aku ini cupu saat SMA dulu...  wajarlah.,  Si Brutus ini, dimana badannya sudah besar, kawan-kawanya juga selalu siap sedia.. ketika aku mulai bertingkah untuk melawan... tak segan mereka mengeroyokku..  atau sekedar mencaciku dengan kata-kata kasar, dari mereka.. yang membuat semakin pasrah tak bisa berbuat apa apa.. melaporpun tak berani..  hehehe..


Duduk dibangku kelas tiga, sedikit ada yang mulai berubah dari sikap teman-temanku, termasuk diriku.. yang mulai dewasa dalam berpikir meski sekali kali pernah, walau dia masih terus membully ku, hingga suatu ketika membuat ku agak lega disamping sisi ada rasa kasihan. Suatu ketika, karena tingkah laku yang buruk itu, dia dilaporkan oleh salah seorang siswa kelas 1, karena telah memukulinya...  ternyata bukan aku saja (pikirku), kali ini dia kena batunya. Siswa yang ia pukuli itu, ayahnya kenal dengan kepala sekolah di SMA ku, dan langsung saja. Ia dikeluarkan dari sekolah karena terbukti telah melakukan kekerasan dengan salah satu siswa kelas satu tersebut, perbuatan si Brutus ini memang tidak bisa ditolerir lagi, karena catatan kriminalitasnya sudah melampaui batas yang membuat dirinya harus keluar dari sekolah..  sayang, padahal tinggal beberapa bulan lagi dia bisa lulus bersama dengan kami semua teman sekelasnya..  yang membuatku heran, pada dasarnya dia itu baik..  bahkan kawan-kawan sekelasku seperti kehilangan sosok dirinya saat ia belum dikeluarkan...  tapi entah mengapa hanya kepada ku, dia selalu melampiasnya kekesalannya atau hanya sekedar ingin mengerjaiku.. dan hari hari menuju kelulusanpun berjalan santai, tenang seperti tanpa dirinya, semua kelas tiga sukses melaksanakan ujian akhir sekolah dan ujian nasional....  Itulah kisah hidupku 3 tahun sebelum kuliah. Yang membuatku diriku bertekad, bahwa saat kuliah nanti, aku harus menjadi pribadi yang baru, dan akan kubuktikan bahwa aku bukanlah seseorang yang hanya bisa di bully, aku akan buktikan bahwa aku bisa memberi arti dalam kehidupan dan memberi manfaat bagi sesama.