Entri yang Diunggulkan

“Takdir Membawaku ke Fakultas Hukum”

Hari kelulusanpun tiba, merupakan saat yang dinanti-nanti oleh siswa kelas 3 SMA seluruh Indonesia, karena telah dinyatakan lulus setelah ...

Jumat, 17 Februari 2017

“Takdir Membawaku ke Fakultas Hukum”

Hari kelulusanpun tiba, merupakan saat yang dinanti-nanti oleh siswa kelas 3 SMA seluruh Indonesia, karena telah dinyatakan lulus setelah melewati masa-masa UAS dan UN. Saat itu, semua siswa kelas 3 di sekolahku, dikumpulkan di depan kantor sekolahan, untuk menunggu pengumuman kelulusan...

Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, semua terlihat antusias menuggu pengumuman tersebut.  Dan tak berapa lama, akhirnya kepala sekolah pun keluar dari kantornya dengan memegang beberapa carik kertas, datang ditengah-tengah kita.. dan langsung mengumumkan satu persatu nama nama yang lulus...

Meneggangkan sekali ketika nama kami disebut satu persatu, namun sampai akhrinya pengumunan , alhamduliah siswa angkatan kami dinyatakan lulus semua tahun 2013 ini... syukur dehh.. Euforia nampak sekali terlihat di raut muka kawan-kawan satu angkatanku, namun entah mengapa dibalik hiruk pikuk kebahagiaan itu, aku mengakui di dalam lubuk hati yang terdalam aku merasa biasa saja, mereka bisa tertawa lepas, aku hanya ikut tertawa seperti terpaksa... sendiri di dalam keramaian.
Mereka langsung bersiap dengan motor dan pasangan nya masing-masing menuju lapangan kalirejo yang memang menjaid spot untuk berkumpul semua siswa yang lulus di desa ku ini,  tak lupa baju sekolah pun dicoret coret dengan tinta yang warna-warni termasuk pilok juga... semua seperti lepas tidak ada beban.....

Mereka bahagia luar biasa, aku sendiri hanya bisa mengamati hiruk pikuk suasana di sore itu, namun sejatinya aku tak tau mengapa harus bahagia dan tertawa lepas sepeti itu karena yang aku pikirkan artinya setelah ini , dimulai hidup baru yang tentu penuh dengan ketidak pastian, entah itu bekerja atau kuliah.. itu yang hanya dipikiranku,,   saat semua masih asyik berkumpul di lapangan, aku sendiri pergi menyendiri dan pulang kerumah... langsung membereskan baju ku yang kotor dan istrahat. Bagiku hari itu dengan hari hari yang lalu tidak ada bedanya....

Dua tiga minggu setelah kelulusan, semua terasa tenang dan santai....  tak ada pekerjaan sekolah yang mesti dikerjakan, namun yang aku pikirkan hanyalah berusaha untuk melanjutkan kehidupan ku yang lebih baik.. tentu dengan kuliah.
Saat itu, tak pernah ada niat untuk masuk fakultas hukum, bahkan terpikirkan pun tidak.. yang hanya dipikiranku hanyalah, aku ingin kuliah sesuai dengan jurusanku IPS, dan yang paling aku ingnkan masuk fakultas ekonomi.

Syarat untuk bisa melanjutkan studi di tingkat universitas tentu harus mengikuti seleksi baik itu jalur prestasi yaitu SNMPTN atau seleksi tertulis yaitu SBMPTN. Sayang pada seleksi SNPMTN, aku tidak lolos seleksi, yahh... wajar karena prestasiku mungkin tidak begitu baik untuk bisa diterima di Universitas Negeri di Jawa. Kemudian tinggal satu kesempatanku yaitu SBMPTN, dan alhamdulilah aku diterima walaupun akhirnya harus di fakultas hukum UNILA. Tentu ada cerita mengapa akhirnya aku masuk difakultas ini, awalnya banyak yang menilai termasuk diriku juga masuk fakultas hukum adalah karena kesasar, hanya kebetulan tapi penilaian tersebut, mulai berubah seiring masa perkuliahan yang aku ikuti dari semester ke semester. Sampai akhirnya diriku tersadar, bahwa ini memang takdirku, Hukum. Bukan yang lain. Untuk itu, aku berusaha keras untuk memahami ilmu hukum, bahkan aku merasa dengan Hukum aku bisa menyetuh seluruh lini kehidupan yang ada, mulai dari Lahir sampai Mati ternyata setelah aku pahami semua itu diatru oleh yang namanya HUKUM.  PERCAYALAH..!!

Cerita dibalik aku bisa masuk di fakultas hukum ini adalah lagi lagi karena matematika... mengapa..?? begini, 2 bulan sebelum ujian masuk, aku sempat ikut les atau bimbel khusus Ujian SBMPTN, singkat cerita sudah berkali kali aku try out dengan soal ujian yang hampir mirip dengan yang diujikan nanti,  kemelahanku terletak pada nilai matematika... akhirnya mentorku saat itu menasihatiku bahwa untuk lulus seleksi SBMPTN, pintar saja tidak cukup tapi kita harus punya strategi.., strateginya adalah, kata beliau..  lihat mana nilai mata pelajaran yang paling rendah , aku jawab ” matematika” , simpel saja berarti kamu jangan memilih jurusan atau fakultas yang ada bau-bau matematikanya...

Agak kecewa tentunya, karena awalnya, aku berharap bisa diterima di fakultas ekonomi di universitas apapun itu, tapi karena saran tersebut akhirnya aku tidak boleh megikuti egoku, aku pun memilih 3 fakultas di 3 universitas, seingat saya sosilogi di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Geografi di Universitas Padjadjaran, Bandung dan terkahir hukum di Universitas Lampung tempat aku dilahirkan.


Setelah ujian SBMPTN selesai ku lewati, tinggalah menunggu pengumuman.. dan ternyata takdir berkata bahwa aku harus masuk di fakultas hukum UNILA. Di saat, itu aku tau kabar tersebut dari kawanku yang sama ditempat bimbelku, ia menelponku dengan nada bahagia “selamat ya pak hakim,,,  kamu dierima di fakultas hukum unila”...  dengan rasa penasaranku dan tidak percaya aku langsung membuka login pengummannya dan ternyata benar aku diterima difakultas hukum unila.. seketika aku langsung sujud syukur dikamarku, aku tidak terlalu memikirkan kenapa akhirnya aku masuk Fakultas Hukum tapi itu semua aku terima dengan lapang dada dan penuh syukur, akhirnya kabar tersebut, langsung aku ceritakan pada kedua orang tuaku tercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar