Hari
kelulusanpun tiba, merupakan saat yang dinanti-nanti oleh siswa kelas 3 SMA
seluruh Indonesia, karena telah dinyatakan lulus setelah melewati masa-masa UAS
dan UN. Saat itu, semua siswa kelas 3 di sekolahku, dikumpulkan di depan kantor
sekolahan, untuk menunggu pengumuman kelulusan...
Waktu
menunjukkan pukul 16.00 WIB, semua terlihat antusias menuggu pengumuman
tersebut. Dan tak berapa lama, akhirnya
kepala sekolah pun keluar dari kantornya dengan memegang beberapa carik kertas,
datang ditengah-tengah kita.. dan langsung mengumumkan satu persatu nama nama
yang lulus...
Meneggangkan
sekali ketika nama kami disebut satu persatu, namun sampai akhrinya pengumunan
, alhamduliah siswa angkatan kami dinyatakan lulus semua tahun 2013 ini...
syukur dehh.. Euforia nampak sekali terlihat di raut muka kawan-kawan satu
angkatanku, namun entah mengapa dibalik hiruk pikuk kebahagiaan itu, aku
mengakui di dalam lubuk hati yang terdalam aku merasa biasa saja, mereka bisa
tertawa lepas, aku hanya ikut tertawa seperti terpaksa... sendiri di dalam
keramaian.
Mereka
langsung bersiap dengan motor dan pasangan nya masing-masing menuju lapangan
kalirejo yang memang menjaid spot untuk berkumpul semua siswa yang lulus di
desa ku ini, tak lupa baju sekolah pun
dicoret coret dengan tinta yang warna-warni termasuk pilok juga... semua seperti
lepas tidak ada beban.....
Mereka bahagia
luar biasa, aku sendiri hanya bisa mengamati hiruk pikuk suasana di sore itu, namun
sejatinya aku tak tau mengapa harus bahagia dan tertawa lepas sepeti itu karena
yang aku pikirkan artinya setelah ini , dimulai hidup baru yang tentu penuh
dengan ketidak pastian, entah itu bekerja atau kuliah.. itu yang hanya
dipikiranku,, saat semua masih asyik
berkumpul di lapangan, aku sendiri pergi menyendiri dan pulang kerumah... langsung
membereskan baju ku yang kotor dan istrahat. Bagiku hari itu dengan hari hari
yang lalu tidak ada bedanya....
Dua tiga
minggu setelah kelulusan, semua terasa tenang dan santai.... tak ada pekerjaan sekolah yang mesti
dikerjakan, namun yang aku pikirkan hanyalah berusaha untuk melanjutkan
kehidupan ku yang lebih baik.. tentu dengan kuliah.
Saat itu, tak
pernah ada niat untuk masuk fakultas hukum, bahkan terpikirkan pun tidak.. yang
hanya dipikiranku hanyalah, aku ingin kuliah sesuai dengan jurusanku IPS, dan
yang paling aku ingnkan masuk fakultas ekonomi.
Syarat untuk
bisa melanjutkan studi di tingkat universitas tentu harus mengikuti seleksi
baik itu jalur prestasi yaitu SNMPTN atau seleksi tertulis yaitu SBMPTN. Sayang
pada seleksi SNPMTN, aku tidak lolos seleksi, yahh... wajar karena prestasiku
mungkin tidak begitu baik untuk bisa diterima di Universitas Negeri di Jawa.
Kemudian tinggal satu kesempatanku yaitu SBMPTN, dan alhamdulilah aku diterima
walaupun akhirnya harus di fakultas hukum UNILA. Tentu ada cerita mengapa
akhirnya aku masuk difakultas ini, awalnya banyak yang menilai termasuk diriku
juga masuk fakultas hukum adalah karena kesasar, hanya kebetulan tapi penilaian
tersebut, mulai berubah seiring masa perkuliahan yang aku ikuti dari semester
ke semester. Sampai akhirnya diriku tersadar, bahwa ini memang takdirku, Hukum.
Bukan yang lain. Untuk itu, aku berusaha keras untuk memahami ilmu hukum,
bahkan aku merasa dengan Hukum aku bisa menyetuh seluruh lini kehidupan yang
ada, mulai dari Lahir sampai Mati ternyata setelah aku pahami semua itu diatru
oleh yang namanya HUKUM. PERCAYALAH..!!
Cerita
dibalik aku bisa masuk di fakultas hukum ini adalah lagi lagi karena
matematika... mengapa..?? begini, 2 bulan sebelum ujian masuk, aku sempat ikut
les atau bimbel khusus Ujian SBMPTN, singkat cerita sudah berkali kali aku try
out dengan soal ujian yang hampir mirip dengan yang diujikan nanti, kemelahanku terletak pada nilai matematika...
akhirnya mentorku saat itu menasihatiku bahwa untuk lulus seleksi SBMPTN,
pintar saja tidak cukup tapi kita harus punya strategi.., strateginya adalah,
kata beliau.. lihat mana nilai mata
pelajaran yang paling rendah , aku jawab ” matematika” , simpel saja berarti
kamu jangan memilih jurusan atau fakultas yang ada bau-bau matematikanya...
Agak kecewa
tentunya, karena awalnya, aku berharap bisa diterima di fakultas ekonomi di
universitas apapun itu, tapi karena saran tersebut akhirnya aku tidak boleh
megikuti egoku, aku pun memilih 3 fakultas di 3 universitas, seingat saya
sosilogi di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Geografi di Universitas Padjadjaran, Bandung dan terkahir hukum di Universitas Lampung tempat aku dilahirkan.
Setelah ujian
SBMPTN selesai ku lewati, tinggalah menunggu pengumuman.. dan ternyata takdir
berkata bahwa aku harus masuk di fakultas hukum UNILA. Di saat, itu aku tau
kabar tersebut dari kawanku yang sama ditempat bimbelku, ia menelponku dengan
nada bahagia “selamat ya pak hakim,,, kamu
dierima di fakultas hukum unila”...
dengan rasa penasaranku dan tidak percaya aku langsung membuka login
pengummannya dan ternyata benar aku diterima difakultas hukum unila.. seketika
aku langsung sujud syukur dikamarku, aku tidak terlalu memikirkan kenapa
akhirnya aku masuk Fakultas Hukum tapi itu semua aku terima dengan lapang dada
dan penuh syukur, akhirnya kabar tersebut, langsung aku ceritakan pada kedua
orang tuaku tercinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar