Entri yang Diunggulkan

“Takdir Membawaku ke Fakultas Hukum”

Hari kelulusanpun tiba, merupakan saat yang dinanti-nanti oleh siswa kelas 3 SMA seluruh Indonesia, karena telah dinyatakan lulus setelah ...

Jumat, 17 Februari 2017

“Masa Kelamku”

Dalam catatan waktu kehidupanku ini, aku merasa hidupku baru dimulai ketika aku menginjakkan kaki di bangku perkuliahan ini, ya....  tepatnya di Fakultas Hukum Unila ini. Mengapa aku merasa bahwa hidupku baru dimulai dari sini, mungkin aku perlu sedikit cerita tentang masa laluku yang kelam..

Yahh...  aku anggap itu merupakan masa yang “kelam”, ibarat sejarah perkembangan Islam, masa laluku merupakan masa “jahiliyah”, masa kebodohan , masa penuh kebingungan dan tanpa ada harapan. Begitulah aku menggambarkan masa laluku.

Mundur 3 tahun, sebelum aku mulai duduk dibangku perkuliahanku ini. Aku merupakan siswa baru pada SMA Negeri 1 Kalirejo, aku merupakan sosok siswa yang lugu dan saaaaangaaaaaat polos.
Hahhahaha........... ya, seperti itu, intinya karena sifatku yang seperti itu 3 tahun masa SMA ku, sangat jauh dari harapan dibanding dengan kebanyakan siswa SMA pada umumnya yang mungkin menganggap bahwa masa SMA merupakan masa-masa kejayaan, masa-masa keemasan, masa-masa mencari jati diri, menemukan cinta baru, dan apapun itu... yang terbalut dalam seragam putih abu-abu.

Yahh...  sayangnya kebahagiaan dan pengalaman itu tidak semua terjadi padaku, kenapa..??  ya aku merupakan korban bulying,  mulai dari kelas satu.. kelas dua, bahkan kelas tiga..
Kalian tahu bulying..???  yang suka main game PS 2 pasti tahulah ya... ap itu... hehehe.... Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Hal tersebut sering terjadi dalam kehidupan remaja, karena ia merasa tidak percaya diri dan merasa rendah dari pada yang lain, mmebuat dirinya menjadi bulan-bulanan sekelompok remaja lainnya yang memang suka iseng, tak jarang korban bulying seperti jongos.. cupu.. dan culun..  hehehe...

Seperti diriku, aku akui ini merupakan bagian dari cerita hidupku, aku merasa perlu untuk berbagi cerita tentang ini karena aku yakin pasti ada diantara remaja yang diperlakukan seperti diriku ini. Mungkin karena postur tubuhku yang bisa dianggap minimalis ini, mukanya polos dan lugu sehingga kawan-kawan tak segan lagi untuk terus mengerjaiku..

Aku dulu termasuk anak yang tak pandai bergaul, hanya teman sebangku ku saja yang biasa ku ajak ngobrol itu pun sekedarnya saja, namanya “Hasby”. Dan beberapa teman lainnya yang kuanggap dekat saat itu, linda dan vandiana...  lainnya, ya,... walaupun teman tapi sebagian besar dari mereka adalah dalang yang membuatku semakin terlihat bahwa aku adalah anak yang lugu dan polos yang bisa dihina kapanpun itu.

Pernah suatu ketika, bahkan berkali-kali...  sepatu ku yang kutaruh di rak sepatu, diambil oleh mereka, dan diceburkan ke kolam tanpa sepengetahuanku..  anehnya... ketika aku mengetahui itu, aku tak bisa berbuat banyak, hanya pasrah dan sedikit kesal.. tapi tak berani melawan padahal itu dilakukan berkali-kali...  aku sering dijaili tanpa sebab yang jelas.
Lanjut kebangku kelas 2, aku memiliki harapan baru, tentu berharap agar terhindar dari hal hal seperti itu, aku memilih jurusan IPS karena aku sama sekali tidak menyukai matematika dan pelajaran sains...  hissshh... jauh-jauhlah... hehehehe...
Namun, harapan hanya sekedar harapan..  ternyata di jurusan IPS ini lah hidupku semakin sengsara, ya ,,, di kelas ku ini, ada satu orang yahh... tak perlu kusebut namanya, badanya besar tapi otaknya kecil...  heheheh... sebut saja “Brutus”seperti tokoh dalam kartun popeye yang sehari-hari hanya bisa membuat masalah.
Dia bisa kuanggap musuh “bebuyutan”ku sampai aku lulus... (bahasanya musuh bebuyutan kesannya seperti lawan yang seimbang)..  padahal yahhh....  lagi lagi selama hampir 2 tahun aku menjadi korban lebih sadis lagi dari pada kelas satu.

Dikelas aku seperti budak, dan selalu dibuat tak betah di dalamnya.. tak ada teman yang bisa membantuku, mereka yang iba hanya bisa melihat saja, dan mengatakan yang sabar ya...
Kejadian menarik saat itu, pernah suatu ketika ada tugas pelajaran akuntansi, aku tidak akan pernah melupakannya.. Pelajaran tersebut, mengharuskan setiap siswanya untuk memiliki buku catatan yang besar.., karena tentunya pelajaran ini tidak jauh-jauh dari yang namanya menghitung laba rugi perusahaan dagang dan semacamnya, tentu dalam bentuk tabel-tabel.
Semua siswa tentu mengerjakan tugas yang cukup rumit itu karena perlu ketelitian, aku termasuk yang mengusai pelajaran tersebut, nah dia yang kumaksud ini,  biasalah teknik yang ia gunakan adalah mencontek bersama dengan geng- gengnya..

Cukup banyak lembaran-demi lembaran berisi catatan laporan keuangan perusahaan, dan segera akan dikumpul,, . entah mengapa, lagi-lagi...  hal yang tak disangka-sangka terjadi padaku...  saat jam istirahat, aku pergi dari kelas untuk ke kantin, membeli beberapa cemilan untuk mengisi perutku yang mulai keroncongan ini. Dan saat kembali  dari kantin, kulihat buku akuntasi ku ada diatas meja dan berantakan, isinya dirobek-robek..  dan “aku bertanya dengan kawan dikelas siapa yang merobek bukuku..”

Semua seperti kura-kura dalam perahu pura-pura tidak tahu, tapi aku menduga pasti dirinya yang telah merobeknya... hal tersebut di iyakan oleh salah seorang temanku. Dengan perasaan penuh kekesalan, dan kebetulan dia sedang tidak ada di kelas.  Aku ambil buku akuntasi dari tasnya, dan merobek-robeknya dengan penuh kekecewaan.. 

Aku sadar apa yang aku lakukan akan menimbulkan permasalahan yang baru, tapi aku tak mempedulikan hal tersebut. Karena bukan aku yang memulai..  apa salahku ..??  (dalam hati)
Dan benar saja, tak lama dia pun masuk kelas, hatiku berdegup kencang....  dan seketika ia mendatangiku yang sedang terdiam...
Langsung saja kita terlibat adu mulut, dan hampir saling jotos..  syukurlah ada beberapa kawan yang memisahkan kalau tidak tentu habislah riwayatku saat itu..
Suasana kembali agak tenang, kemudian dengan rasa berat hati dan terkesan aneh, aku mencoba minta maaf dengannya.. padahal ia yang memulai dan aku dengan begitu bego nya... menuruti perintahnya untuk menulis ulang catatan akuntansinya tersebut.....  betul-betul hal yang anehh. Itu semua kulakukan karena aku takut dia memukuliku..,  cukup sering..  terkadang aku sedang asyik-asyiknya duduk dibangku kelasku, dia datang langsung menjitak kepala ku...  pikir dia itu hanya bercanda, tapi itu dilakukan berkali-kali...

Aku sendiri, merasa kesal dengan diriku sendiri..  entah..  aku seperti orang bodoh, dungu, keledai dan lain semacamnya.,.  yang hanya bisa pasrah dan tak bisa melawan..  yang aku pikirkan hanyalah jika aku melawannya atau membalas pukulannya.. menang pun tidak, bonyok iya...  seperti isitlah pepatah “menang jadi arang, kalah jadi abu”..  tapi di lain sisi, memang sebenarnya diriku takut,  bisa dibilang aku ini cupu saat SMA dulu...  wajarlah.,  Si Brutus ini, dimana badannya sudah besar, kawan-kawanya juga selalu siap sedia.. ketika aku mulai bertingkah untuk melawan... tak segan mereka mengeroyokku..  atau sekedar mencaciku dengan kata-kata kasar, dari mereka.. yang membuat semakin pasrah tak bisa berbuat apa apa.. melaporpun tak berani..  hehehe..


Duduk dibangku kelas tiga, sedikit ada yang mulai berubah dari sikap teman-temanku, termasuk diriku.. yang mulai dewasa dalam berpikir meski sekali kali pernah, walau dia masih terus membully ku, hingga suatu ketika membuat ku agak lega disamping sisi ada rasa kasihan. Suatu ketika, karena tingkah laku yang buruk itu, dia dilaporkan oleh salah seorang siswa kelas 1, karena telah memukulinya...  ternyata bukan aku saja (pikirku), kali ini dia kena batunya. Siswa yang ia pukuli itu, ayahnya kenal dengan kepala sekolah di SMA ku, dan langsung saja. Ia dikeluarkan dari sekolah karena terbukti telah melakukan kekerasan dengan salah satu siswa kelas satu tersebut, perbuatan si Brutus ini memang tidak bisa ditolerir lagi, karena catatan kriminalitasnya sudah melampaui batas yang membuat dirinya harus keluar dari sekolah..  sayang, padahal tinggal beberapa bulan lagi dia bisa lulus bersama dengan kami semua teman sekelasnya..  yang membuatku heran, pada dasarnya dia itu baik..  bahkan kawan-kawan sekelasku seperti kehilangan sosok dirinya saat ia belum dikeluarkan...  tapi entah mengapa hanya kepada ku, dia selalu melampiasnya kekesalannya atau hanya sekedar ingin mengerjaiku.. dan hari hari menuju kelulusanpun berjalan santai, tenang seperti tanpa dirinya, semua kelas tiga sukses melaksanakan ujian akhir sekolah dan ujian nasional....  Itulah kisah hidupku 3 tahun sebelum kuliah. Yang membuatku diriku bertekad, bahwa saat kuliah nanti, aku harus menjadi pribadi yang baru, dan akan kubuktikan bahwa aku bukanlah seseorang yang hanya bisa di bully, aku akan buktikan bahwa aku bisa memberi arti dalam kehidupan dan memberi manfaat bagi sesama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar