Dalam catatan waktu kehidupanku ini, aku merasa hidupku baru
dimulai ketika aku menginjakkan kaki di bangku perkuliahan ini, ya.... tepatnya di Fakultas Hukum Unila ini. Mengapa
aku merasa bahwa hidupku baru dimulai dari sini, mungkin aku perlu sedikit
cerita tentang masa laluku yang kelam..
Yahh... aku anggap
itu merupakan masa yang “kelam”, ibarat sejarah perkembangan Islam, masa laluku
merupakan masa “jahiliyah”, masa kebodohan , masa penuh kebingungan dan tanpa
ada harapan. Begitulah aku menggambarkan masa laluku.
Mundur 3 tahun, sebelum aku mulai duduk dibangku
perkuliahanku ini. Aku merupakan siswa baru pada SMA Negeri 1 Kalirejo, aku merupakan
sosok siswa yang lugu dan saaaaangaaaaaat polos.
Hahhahaha........... ya, seperti itu, intinya karena sifatku
yang seperti itu 3 tahun masa SMA ku, sangat jauh dari harapan dibanding dengan
kebanyakan siswa SMA pada umumnya yang mungkin menganggap bahwa masa SMA
merupakan masa-masa kejayaan, masa-masa keemasan, masa-masa mencari jati diri,
menemukan cinta baru, dan apapun itu... yang terbalut dalam seragam putih
abu-abu.
Yahh... sayangnya
kebahagiaan dan pengalaman itu tidak semua terjadi padaku, kenapa..?? ya aku merupakan korban bulying, mulai dari kelas
satu.. kelas dua, bahkan kelas tiga..
Kalian tahu bulying..???
yang suka main game PS 2 pasti tahulah ya... ap itu... hehehe.... Bullying adalah salah satu bentuk dari
perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara
berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah
darinya. Hal tersebut sering terjadi dalam kehidupan remaja, karena ia merasa
tidak percaya diri dan merasa rendah dari pada yang lain, mmebuat dirinya
menjadi bulan-bulanan sekelompok remaja lainnya yang memang suka iseng, tak
jarang korban bulying seperti jongos.. cupu.. dan culun.. hehehe...
Seperti diriku, aku akui ini merupakan bagian dari cerita
hidupku, aku merasa perlu untuk berbagi cerita tentang ini karena aku yakin
pasti ada diantara remaja yang diperlakukan seperti diriku ini. Mungkin karena
postur tubuhku yang bisa dianggap minimalis ini, mukanya polos dan lugu
sehingga kawan-kawan tak segan lagi untuk terus mengerjaiku..
Aku dulu termasuk anak yang tak pandai bergaul, hanya teman
sebangku ku saja yang biasa ku ajak ngobrol itu pun sekedarnya saja, namanya
“Hasby”. Dan beberapa teman lainnya yang kuanggap dekat saat itu, linda dan
vandiana... lainnya, ya,... walaupun
teman tapi sebagian besar dari mereka adalah dalang yang membuatku semakin
terlihat bahwa aku adalah anak yang lugu dan polos yang bisa dihina kapanpun
itu.
Pernah suatu ketika, bahkan berkali-kali... sepatu ku yang kutaruh di rak sepatu, diambil
oleh mereka, dan diceburkan ke kolam tanpa sepengetahuanku.. anehnya... ketika aku mengetahui itu, aku tak
bisa berbuat banyak, hanya pasrah dan sedikit kesal.. tapi tak berani melawan
padahal itu dilakukan berkali-kali... aku
sering dijaili tanpa sebab yang jelas.
Lanjut kebangku kelas 2, aku memiliki harapan baru, tentu berharap
agar terhindar dari hal hal seperti itu, aku memilih jurusan IPS karena aku
sama sekali tidak menyukai matematika dan pelajaran sains... hissshh... jauh-jauhlah... hehehehe...
Namun, harapan hanya sekedar harapan.. ternyata di jurusan IPS ini lah hidupku
semakin sengsara, ya ,,, di kelas ku ini, ada satu orang yahh... tak perlu
kusebut namanya, badanya besar tapi otaknya kecil... heheheh... sebut saja “Brutus”seperti tokoh
dalam kartun popeye yang sehari-hari hanya bisa membuat masalah.
Dia bisa kuanggap musuh “bebuyutan”ku sampai aku lulus... (bahasanya
musuh bebuyutan kesannya seperti lawan yang seimbang).. padahal yahhh.... lagi lagi selama hampir 2 tahun aku menjadi
korban lebih sadis lagi dari pada kelas satu.
Dikelas aku seperti budak, dan selalu dibuat tak betah di
dalamnya.. tak ada teman yang bisa membantuku, mereka yang iba hanya bisa melihat
saja, dan mengatakan yang sabar ya...
Kejadian menarik saat itu, pernah suatu ketika ada tugas
pelajaran akuntansi, aku tidak akan pernah melupakannya.. Pelajaran tersebut,
mengharuskan setiap siswanya untuk memiliki buku catatan yang besar.., karena
tentunya pelajaran ini tidak jauh-jauh dari yang namanya menghitung laba rugi
perusahaan dagang dan semacamnya, tentu dalam bentuk tabel-tabel.
Semua siswa tentu mengerjakan tugas yang cukup rumit itu
karena perlu ketelitian, aku termasuk yang mengusai pelajaran tersebut, nah dia
yang kumaksud ini, biasalah teknik yang
ia gunakan adalah mencontek bersama dengan geng- gengnya..
Cukup banyak lembaran-demi lembaran berisi catatan laporan
keuangan perusahaan, dan segera akan dikumpul,, . entah mengapa,
lagi-lagi... hal yang tak
disangka-sangka terjadi padaku... saat jam
istirahat, aku pergi dari kelas untuk ke kantin, membeli beberapa cemilan untuk
mengisi perutku yang mulai keroncongan ini. Dan saat kembali dari kantin, kulihat buku akuntasi ku ada
diatas meja dan berantakan, isinya dirobek-robek.. dan “aku bertanya dengan kawan dikelas siapa
yang merobek bukuku..”
Semua seperti kura-kura dalam perahu pura-pura tidak tahu,
tapi aku menduga pasti dirinya yang telah merobeknya... hal tersebut di iyakan
oleh salah seorang temanku. Dengan perasaan penuh kekesalan, dan kebetulan dia
sedang tidak ada di kelas. Aku ambil
buku akuntasi dari tasnya, dan merobek-robeknya dengan penuh kekecewaan..
Aku sadar apa yang aku lakukan akan menimbulkan permasalahan
yang baru, tapi aku tak mempedulikan hal tersebut. Karena bukan aku yang
memulai.. apa salahku ..?? (dalam hati)
Dan benar saja, tak lama dia pun masuk kelas, hatiku
berdegup kencang.... dan seketika ia
mendatangiku yang sedang terdiam...
Langsung saja kita terlibat adu mulut, dan hampir saling
jotos.. syukurlah ada beberapa kawan
yang memisahkan kalau tidak tentu habislah riwayatku saat itu..
Suasana kembali agak tenang, kemudian dengan rasa berat hati
dan terkesan aneh, aku mencoba minta maaf dengannya.. padahal ia yang memulai
dan aku dengan begitu bego nya... menuruti perintahnya untuk menulis ulang
catatan akuntansinya tersebut.....
betul-betul hal yang anehh. Itu semua kulakukan karena aku takut dia
memukuliku.., cukup sering.. terkadang aku sedang asyik-asyiknya duduk
dibangku kelasku, dia datang langsung menjitak kepala ku... pikir dia itu hanya bercanda, tapi itu
dilakukan berkali-kali...
Aku sendiri, merasa kesal dengan diriku sendiri.. entah..
aku seperti orang bodoh, dungu, keledai dan lain semacamnya.,. yang hanya bisa pasrah dan tak bisa
melawan.. yang aku pikirkan hanyalah
jika aku melawannya atau membalas pukulannya.. menang pun tidak, bonyok
iya... seperti isitlah pepatah “menang
jadi arang, kalah jadi abu”.. tapi di
lain sisi, memang sebenarnya diriku takut,
bisa dibilang aku ini cupu saat SMA dulu... wajarlah.,
Si Brutus ini, dimana badannya sudah besar, kawan-kawanya juga selalu
siap sedia.. ketika aku mulai bertingkah untuk melawan... tak segan mereka
mengeroyokku.. atau sekedar mencaciku
dengan kata-kata kasar, dari mereka.. yang membuat semakin pasrah tak bisa
berbuat apa apa.. melaporpun tak berani..
hehehe..
Duduk dibangku kelas tiga, sedikit ada yang mulai berubah
dari sikap teman-temanku, termasuk diriku.. yang mulai dewasa dalam berpikir
meski sekali kali pernah, walau dia masih terus membully ku, hingga suatu
ketika membuat ku agak lega disamping sisi ada rasa kasihan. Suatu ketika,
karena tingkah laku yang buruk itu, dia dilaporkan oleh salah seorang siswa
kelas 1, karena telah memukulinya...
ternyata bukan aku saja (pikirku), kali ini dia kena batunya. Siswa yang
ia pukuli itu, ayahnya kenal dengan kepala sekolah di SMA ku, dan langsung
saja. Ia dikeluarkan dari sekolah karena terbukti telah melakukan kekerasan
dengan salah satu siswa kelas satu tersebut, perbuatan si Brutus ini memang
tidak bisa ditolerir lagi, karena catatan kriminalitasnya sudah melampaui batas
yang membuat dirinya harus keluar dari sekolah.. sayang, padahal tinggal beberapa bulan lagi
dia bisa lulus bersama dengan kami semua teman sekelasnya.. yang membuatku heran, pada dasarnya dia itu
baik.. bahkan kawan-kawan sekelasku
seperti kehilangan sosok dirinya saat ia belum dikeluarkan... tapi entah mengapa hanya kepada ku, dia
selalu melampiasnya kekesalannya atau hanya sekedar ingin mengerjaiku.. dan
hari hari menuju kelulusanpun berjalan santai, tenang seperti tanpa dirinya,
semua kelas tiga sukses melaksanakan ujian akhir sekolah dan ujian nasional.... Itulah kisah hidupku 3 tahun sebelum kuliah. Yang
membuatku diriku bertekad, bahwa saat kuliah nanti, aku harus menjadi pribadi
yang baru, dan akan kubuktikan bahwa aku bukanlah seseorang yang hanya bisa di
bully, aku akan buktikan bahwa aku bisa memberi arti dalam kehidupan dan
memberi manfaat bagi sesama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar